IMG_0264 (Copy)

Judulnya lari, tapi jalan saja. Toh sama-sama pakai kaki. Sebelum keburu basi, ini laporan tentang Manglayang Trail Running yang start Sabtu pagi. Ikut nimbrung lima perempuan “veteran” yang hobinya haha-hihi.

Alam bukan sahabat asing bagi lima perempuan itu. Hobi mereka memang menapaki punggung-punggung gunung. Mereka tahu pasti bahwa kesiapan fisik mutlak diperlukan saat ingin bercengkrama bersama Alam. Tapi teori tinggal lah teori. Judulnya Manglayang Trail Running (22 Agustus 2015) yang diselenggarakan Palawa Unpad dan didukung beberapa sponsor. Sebelum acara maraton di mulai, satu perempuan veteran dengan badan jangkung dan paling proporsional sibuk mencari double tip. Ternyata sol sepatunya menganga.

IMG-20150822-WA0011

Setelah aba-aba diberikan, semua peserta yang jumlahnya ratusan itu mulai berlari dari garis di GOR baru——milik Unpad Jatinangor. Termasuk lima perempuan veteran itu. Satu perempuan yang fisiknya paling kuat berlari kencang seperti kuda hingga hilang dari pandangan. Satu perempuan lagi tampil dengan gaya paling meyakinkan, mengenakan celana leging macam atlet dan earphone untuk lagu terpasang di telinga. Dia juga berlari kencang di depan sembari menggendong tas hydropack berisi buntalan jaket, satu pak roti tawar, ditambah Pocari Sweat 2 liter. Bawaan berdasarkan inisiatif pribadi. Pada titik satu kilo perempuan bergaya atlet itu sudah berhenti berlari. Tersusul tiga perempuan veteran lain yang berada paling belakang saat. Mereka akhirnya reuni lagi berempat, karena satu perempuan lagi yang fisiknya kuat itu sudah entah ada di kilometer berapa. Selepas pos pertama di titik tiga kilo, perempuan bergaya atlet mulai sempoyongan, jalan bungkuk, dan mual. Tubuhnya yang mungil serta kekuatan fisiknya ternyata masih kurang menunjang untuk sembari membawa beban 3 kg.

20150822_070546Empat perempuan ini terus berjalan kaki, seperti mau mendaki. Sebentar-bentar berlari kecil. Formalitas supaya ada gerakan lari sesuai judul. Jalan setapak bersemak-semak dan ladang kering menghiasi sisi kanan juga kiri. Bagian depan menjulang Gunung Manglayang yang terlihat hijau (dari kejauhan) dan Gunung Geulis di belakang bagai mengawasi. Pada lokasi seperti itu, empat perempuan veteran yang usianya sebetulnya tidak terlalu veteran, sudah lupa pada tema lari. Sibuk dengan kamera, jepret sana sini. Tak perduli peserta lain mendahului. Sepanjang lebih dari 10 km, mereka hiking (biar sedikit keren dari jalan kaki, jadi mari kita gunakan istilah hiking). Biar tidak, katanya, peserta lain lari sedangkan mereka berjalan … eh hiking.

20150822_081300

Total dari lebih 10 km jalur, empat perempuan itu hanya menyelesaikan 10% dengan berlari (itu pun lari hanya pada trek menurun alias pudunan) dan 90% adalah hiking sembari haha-hihi, curcol, selfie, serta pengenalan kampus. Sewaktu masih jadi mahasiswa Unpad, mereka tak sadar ternyata kampus itu besar. Banyak sisi yang tak mereka kenal. Bahkan perempuan veteran yang badannya paling tambun, terus bertanya “ada di mana? ada di mana kita?”. Belum lagi sikap norak saat melihat replika colosseum Roma ada di kampus. Empat perempuan veteran itu menghabiskan waktu 3 jam untuk sampai ke finish. Sangat jomplang dengan juara pertama yang menyelesaikan trek lari 10k dalam waktu 53 menit. Saking lamanya hiking (dan sesi foto), perempuan veteran yang fisiknya paling kuat akhirnya menelepon, mungkin bertanya, “ai maraneh kamana can nepi finish wae??”.

Sekian dan Terima kasih.

20150822_070409-2


20150822_075559


20150822_071017


20150822_091847

Iklan