Saya sedang terhanyut dalam lagu Kirana milik Dewa 19 saat terjadi rangsangan untuk menulis. Suara Ari Lasso menurut telinga tone deaf saya adalah tidak istimewa, tapi nggak jelek juga. Tetapi semua kriteria soal suara bagus itu remuk seketika, waktu pesan yang tersirat maupun tersurat dari lirik beserta seluruh penjiwaannya sampai pada hati pendengar (dalam hal ini adalah saya).

Saya teringat akan satu komentar Ari Lasso pada acara The Voice Indonesia Blind Audition. Biasanya saya males nonton acara ajang pencarian bakat, soalnya suka ada peserta yang aneh-aneh, peserta yang cuma pengen pamer suara bagus,  atau pembawa acara yang terlalu banyak omong, ngelawak ngga jelas.

Siang itu, saya yang mantengin RCTI buat nonton siaran ulang Si Doel Anak Sekolahan —sinetron favorit sepanjang masa — jadi kecewa. Entah kenapa sinetron yang rilis pertama kali tahun 1992 itu urung tayang. Ya… diganti sama tayangan ulang The Voice Indonesia Blind Audition. Jadi pada akhirnya saya nonton juga ajang nyanyi itu. Alhamdulillah, pesertanya baleg kabeh. Ngga ada yang lebay atau alay. Suaranya enak didengar (malah ada yang kelewat bagus), membuat saya bertanya-tanya “Ini scout talent dan produser musik, pada ke mana?”

Lalu muncul satu peserta, namanya Rifany Maria. Perempuan itu menyanyikan lagu Taylor Swift Safe & Sound, yang (payahnya) belum pernah saya dengar sebelumnya. Haha… maklum, saya terjebak pada lagu-lagu hits tahun 1990an – awal 2000an, jadi tidak begitu mengikuti musik apa aja yang asyik zaman sekarang. Rifany suaranya indah. Bukan bagus. Karena bagus itu menurut saya rumit; kesannya harus memiliki teknik vokal ini itu dan bla bla bla. Tapi Rifany itu simply indah. Berhasil membuat saya yang mendengarnya terhanyut dalam lagu tersebut. Saya sampai langsung nyari di YouTube, ini lagu versi aslinya gimana dan saya harus berterus terang lebih suka versi Rifany.

Penting untuk mencatat dan menyimak komentar dari Ari Lasso, dan saya setuju 100%, bahwa singing is not about pamer, singing is not about power, menyanyi itu adalah rasa. Saya cenderung menyukai lagu berisi diksi-diksi bagus dan penyanyinya bisa meniupkan roh dalam lagu tersebut, membuat saya yang  mendengarkannya jadi merinding. Simply beautiful. That’s it.  

Iklan