Sore itu belum mendung. Bung Candra membuka topik mengenai percintaan dan konsep jodoh. Memang, jodoh itu sulit terbantahkan. Manusia tidak pernah tahu akan jodohnya siapa. Mau pacaran bertahun-tahun dengan segala persiapan yang disiapkan untuk menyongsong pelaminan, kalau bukan jodohnya maka akan buyar dalam sedetik. Jadinya malah sama orang lain yang tak terduga. Pun meski sudah putus, terpisah lama, kalau jodoh pasti bersua kembali. Kalau jodoh, maka berjodohlah. “Terkadang kadar jodoh itu harus diukur juga dengan hadirnya orang lain,” begitu ujar Bapak satu anak itu.

Lantas saya teringat pula pada salah satu dialog dari sinetron legendaris, Si Doel Anak Sekolahan yang pertama kali  tayang sekitar tahun 1992/1994 di RCTI. Kisah cinta Doel dan Sarah emang bikin greget penonton, dibumbui dengan kehadiran Zaenab di antara keduanya. Nah, entah di season dan episode berapa, ada satu adegan di mana Sarah ceritanya lagi nge-date sama Doel. Mereka ngobrol di dalam mobil sambil makan es campur. Begini kira-kira dialognya.

Sarah: Doel, kalau aja waktu dulu aku ngga lewat jalan ini dan yang nabrak oplet kamu bukan aku, apa jalan hidup kita emang bakal kayak gini, ya? atau mungkin ngga ya, ada kejadian lain yang bisa bikin kita kenal?

Doel: Ya, mungkin aja.

Sarah: Apa ini juga yang dinamakan jodoh? Atau cuma kebetulan ya?

Doel: Kalau menurutmu apa?

Sarah: Kalau menurutku sih… Eh, kok jadi menurutku, sih? Kamu dong, aku yang nanya juga. Ayo dong, menurut kamu apa?

Doel: Yah… kalau menurutku sih, kecelakaan lalu lintas.

Sarah: Kok, kamu gitu, sih?

Doel: Loh, iya dong. Mobilmu menabrak opletku, kan kecelakaan lalu lintas.

Sarah: Ah, kamu jahat ah… (mencubit manja Doel) Ayo dong, menurut kamu apa? Emang jodoh, kan?

Doel: (mengangguk pelan) Iya.

Sarah: Iya?

Doel: Menurut kamu iya, kan?

Sarah: Iya. […]

 

Bung Candra bilang, jodoh itu kalau sudah kawin. “Kalau masih pacaran mah, bukan jodoh namanya” ujar blio. Tapi saya kurang setuju karena jodoh itu adalah kalau sudah menikah terus salah satunya meninggal lebih dulu (atau bisa juga bersamaan). Seperti kata lagu White Lion, “Till Death Do Us Part”. Kalau cuma menikah saja, belum tentu jodoh namanya. Ya, seperti living proof Anang dan Krisdayanti. Mereka begitu romantis sejak masa remaja, terus kawin belasan tahun,  dan punya anak pula dua. “Namun pada akhirnya, menciptakan dan menyanyikan lagu ‘Jodohku…’ mah sama yang lain.” begitu timpal Bung Candra.

Iklan