on my pursuit of happiness, I flew for a long time // so all the shrunken things can put on a smile // on my pursuit of happiness, I endured for a long time // so that someday everything will shine (Pursuit of Happiness – Leessang)

Akhirnya November dan bagi penikmat Running Man (RM), November berarti sebuah perpisahan. Bulan yang ditunggu-tunggu sekaligus yang tidak diharapkan cepat datangnya. Akhir Oktober lalu adalah hari terakhir Gary syuting RM dan episodenya kemungkinan akan tayang di bulan November ini.

Seminggu yang lalu media sosial dipenuhi kabar keluarnya Kang Gary a.k.a Kang Hee-Gun dari Running Man. Sang “Gae” Brother memutuskan untuk kembali ke habitatnya sebagai musisi. Sebuah kabar mengejutkan yang disambut teriakan “Tidaaaaaaaaaak!!” dari seluruh penggemar.

Running Man sendiri adalah sebuah variety show asal Korea Selatan yang mulai mengudara sejak Juli 2010. Tayangan hiburan dengan format di mana 7 anggotanya bermain game-game menarik nan lucu. Salah satu segmen yang paling mencirikan RM adalah ripping name tag yang belakangan mulai pudar. Selama enam tahun berlangsung, variety show ini bisa dibilang paling stabil keanggotaannya dibandingkan para pesaing yang kerap bongkar pasang member.

Tahun 2011, RM saat itu berjumlah 8 orang, harus kehilangan Song Joong-Ki yang memilih untuk konsentrasi menapaki karirnya sebagai aktor. Sejak itu hingga saat ini RM bertahan dengan 7 anggota, termasuk di dalamnya Kang Gary. Bonding dan chemistry antar pemainnya memang terbilang luar biasa, hingga membuat RM memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya. Lucunya lagi, saya rasa, RM punya basis pemirsa yang lebih besar di luar negeri ketimbang pemirsa dalam negerinya sendiri.

Saya berhutang cukup banyak pada Running Man yang membantu menurunkan kadar stress sidang skripsi. Running Man adalah satu dari sedikit tayangan berbau korea yang saya tonton. Saya menontonnya pertama kali tahun 2011.

Seorang sepupu yang terkena demam hallyu, kala itu menyodorkan episode ke-7 Running Man supaya saya tidak stress menghadapi sidang. Magicaly, it worked. It was funny like crazy dan saya mulai menaruh hati pada RM. Saya minta semua download-an dan mulai menonton dari episode pertama.

Dua tahun belakangan saya memang mulai malas-malasan buat nonton RM. Sebagai seorang loyalis, saya masih menyempatkan untuk menonton. Meskipun telat seminggu sejak episode terbarunya nongol di internet.

Setelah membaca berita keputusan Gary untuk keluar dari Running Man, ada rasa sayang yang timbul dihati. Berita itu tidak terlalu mengejutkan saya. Setelah “berlari bersama” selama enam tahun, saya pun bisa melihat perubahan yang ada dalam tubuh RM.

Running Man sudah tidak selucu, semenegangkan, dan semenarik dulu. Belum ada lagi ide-ide gila dari para kreatif di balik layarnya. Terlalu banyak permainan yang berulang kali dimainkan dan ide-ide lama yang terus direcycle. Tontonan menjadi kurang segar. Namun saya tetap mengapresiasi usaha tim RM untuk terus menghadirkan tawa di tengah masyarakat.

Kebersamaan 7 anggotanya selama 6 tahun, membuat mereka begitu hafal dengan pola pikir, strategi, dan cara main masing-masing. Permainan menjadi begitu mudah ditebak. Beberapa joke-joke terasa basi dan tak lagi menggelitik tawa. Itu mungkin karena saya juga sudah terbiasa dengan candaan mereka.

Dua tahun belakangan pula saya malah memerhatikan, terkadang (sepertinya) tersurat ekspresi lelah dan jengah dari para membernya. Saat itu lah saya mulai merasa bahwa it’s all about time. Hanya perkara waktu di mana satu per satu pengisi skuad RM akan pergi.

Meskipun berita ada anggota Running Man keluar sudah terprediksi, saya tidak pernah mengira bahwa Gary akan menjadi orang pertama yang mundur dari RM, setelah Song Joong-Ki. Saya juga tetap menyayangkan prediksi itu jadi kenyataan. Hati mengatakan akan aneh menonton RM tanpa Gary. Personel yang sudah “berlari bersama” sejak episode pertama.

Bagi penonton Running Man sejak episode perdana, dapat melihat perubahan pada Kang Gary. Awal kemunculannya sebagai musisi yang mencoba menjadi entertainer dengan melakoni variety show RM, tentu tidak mudah. Saya melihat awal mula Gary yang begitu polos, pemalu, dan sering dikerjai anggota lainnya. Dari seorang rapper veteran, ia menjadi “komedian paruh waktu”. Celetukan-celetukan spontannya sering kali mengocok perut. Gary mendapatkan julukan pertamanya sebagai “peaceful Gary” di RM karena ekspresi wajahnya selalu sama, polos, menenangkan, dan blah-bloh.

Bahkan saya tidak mengira —atau bahasa Sundanya si Gary ini teu kabeungeutan— sebagai penulis lirik yang charming. Sampai beberapa lagunya kerap digunakan sebagai latar musik di episode-episode awal RM dan saya menyadari, bahwa Gary itu sesuatu yang lain. Dia menulis dan membuat komposisi lagunya sendiri.

Kemudian dari episode ke episode, tahun ke tahun di Running Man, Gary tumbuh menjadi sosok yang kharismatik, lebih dewasa, dan bahkan beberapa kali menyandang predikat “Random Mr. Capable” karena naluri kompetitifnya sering mengejutkan.

Potongan-potongan gambar sepak terjang Gary selama di RM akan menjadi kenangan indah dan selalu dirindukan. Keputusannya untuk kembali serius dalam bermusik adalah pilihan jantan yang harus dihargai dan disupport semua pihak.

Terbayangkan bahwa melepaskan diri dari Running Man yang turut berperan mengatrol namanya, bukanlah pilihan mudah. Meninggalkan orang-orang yang sudah bagai keluarga selama enam tahun di hari Senin, melewati pasang surut dunia hiburan, bukan merupakan hal sepele.

Sekarang Gary sudah menjatuhkan pilihan. Standing ovation. Gary pernah bilang bahwa ia selalu ingin menjadi musisi; menjadi kaya karena musik atau miskin sekalian juga karena musik, dan menjadi legenda dunia musik. Idealisme yang bagus.

Pun hengkangnya Gary semoga bisa jadi titik tolak Running Man untuk mengembalikan kejayaan. Semoga lahir perkembangan dan eksplorasi ide-ide baru dengan komposisi pemain yang ada dan berbeda sekarang. Yah, bagaimana pun RM memang butuh perubahan dan penyegaran.

Jadi, so long peaceful Gary, semoga semakin sukses menyajikan musik-musik yang lezat. Dan ah… sebentar lagi natal. Saat natal selalu ada episode Christmas Special dan Chrismas Special adalah Gary. Hampir seluruh episode natal Running Man, Gary selalu muncul sebagai pemenang. Oleh sebab itu pula dia dijuluki sebagai “Gary si Spesialis Natal”. Nah, natal sekarang tidak akan ada Gary, lalu siapa yang akan jadi pemenang?

Iklan