People Are Strange adalah lagu yang paling saya sukai dari lagu-lagu The Doors lainnya. Lirik-lirik The Doors selalu puitik, psikedelik, dan surealis, tak terkecuali People Are Strange. Bagi saya lagu ini juga memunculkan pribadi Jim yang sarkastik sekaligus lemah.

Semua penggemar ataupun penikmat musik The Doors mungkin tahu bahwa lirik People Are Strange ditulis oleh Jim ketika ia sedang merasa tertekan. Untuk meringankannya, ia jalan-jalan ke Laurel Canyon bersama gitaris The Doors, Robby Krieger. Ketika duduk di punggung bukit, melihat ke arah kota yang nampak kecil di depannya itu, kata-kata mulai mengalir dalam benaknya yang langsung ia tuliskan menjadi sebuah lagu.

Lagu People Are Strange memang berbalut suasana depresi, seperti yang tengah dirasakan Jim saat menulisnya. Liriknya lebih psikedelik ketimbang musiknya. Lagu tersebut berbicara tentang perspektif seorang yang sedang dilanda kegelisahan. Rasa depresi dan gelisah dapat membuat satu individu merasa kesepian, terisolasi, dan merasa dunia luar begitu berbeda dari dunia dalam dirinya. Ia tidak bisa mengerti orang lain dan merasa orang lain pun tak mengerti dirinya.

Kemudian People Are Strange ini dipersembahkan untuk para outsider pada umumnya dan khususnya adalah untuk kaum hippie, yang kerap dipandang aneh dalam lingkungan sosial Amerika Serikat masa itu. Alienisasi dan kesepian adalah tema dari People Are Strange.

Sebagai bagian dari “Stranger”, “Outsider”, atau begitulah Jim memposisikan dirinya, vokalis “gila” itu menuliskan pandangannya terhadap dunia dan lingkungan normatif. Mari kita perhatikan lirik People Are Strange.

People are strange, when you’re a stranger

Faces look ugly when you’re alone

Women seem wicked when you’re unwanted

Streets are uneven when you’re down

 

When you’re strange

Faces come out of the rain

When you’re strange

No one remembers your name

When you’re strange (3x)

Orang-orang depresi dan kesepian cenderung lebih sensitif. Mereka mudah sekali merasa insecure, terintimidasi, serta berhalusinasi. Hal-hal tersebut juga terjadi dalam lagu People Are Strange. Saat seseorang merasa depresi, asing, atau kesepian, maka orang lain di dunia atau sekitarnya terlihat lebih asing/aneh lagi:

People are strange, when you’re a stranger

(orang-orang itu aneh, saat kau adalah seorang yang terasing)

Dari sudut pandang orang yang ter-alienisasi, kesepian, atau insecure, semua dapat terlihat sangat indah atau sangat buruk.

Faces look ugly when you’re alone / Women seem wicked when you’re unwanted

(Wajah-wajah terlihat buruk ketika kau kesepian / Para wanita itu durjana saat kau tak dikehendaki)

Kemudian yang buruk itu dipertegas kembali:

When you’re strange / Faces come out of the rain

(Ketika dirimu menjadi aneh / wajah-wajah bermunculan dari guyuran hujan)

Kalimat faces come out of the rain mempertegas faces look ugly. Pada kenyataannya orang-orang yang kehujanan, tidak seperti dalam drama-drama korea —terlihat seksi, tampan, atau cantik—. Mereka dalam penampilan terburuknya dan memprihatinkan. Basah kuyup, rambut lepek, baju nyetak ke badan, dan katirisan(1. Ah, it’s awful pokoknya.

Dari larik pertama sampai larik kesembilan, tergambar pula suasana kesedihan. Hal-hal yang menjadi pergulatan dalam batin seorang Jim Morrison, cerminan rasa gelisah sehingga terciptalah lagu tersebut. Nuansa sedih itu sangat jelas pada kalimat:

Streets are uneven when you’re down

(Dunia itu tidak adil saat kau bersedih)

dan

When you’re strange / No one remembers your name

(Ketika dirimu menjadi aneh / Tak ada yang (ingin) mengingat namamu)

Jim mengatakan tentang dunia yang tidak adil dan seseorang cenderung dilupakan ketika ia dianggap sebagai bagian yang tidak penting dalam kehidupan sosial. Pedahal setiap manusia pada hakikatnya perlu mengaktualisasi dirinya, perlu bereksistensi. Tetapi ketika ia melakukan sesuatu yang berbeda, atau kesulitan menyesuaikan dengan dunia, maka orang-orang —yang merasa normal— cenderung “menyingkirkan” mereka. Entah dengan mengasingkan mereka dari kehidupan sosial, entah dengan menjadikan mereka bahan olokan.

Kalau boleh memaknai People Are Strange secara luas, saya ingin mengatakan bahwa sebetulnya tidak ada yang lebih indah ataupun buruk dalam hidup. Ketika kita memandang rendah, aneh, atau bahkan sampai mengasingkan seseorang atau kaum minoritas yang berbeda, yang berlainan arah konsep hidupnya, apa lantas bisa dibenarkan bahwa kita seorang yang normal? Seorang yang benar? Kita benar dan normal hanya dari kacamata kita sendiri.

Tetapi dari sudut pandang orang yang kita asingkan itu, justru kitalah yang aneh dan (mungkin) dialah yang normal. Pada tahun 1960-an, kultur hippie mulai berkembang di Amerika Serikat dan Inggris. Orang-orangnya dipandang sebelah mata oleh khalayak umum. Kemudian Jim Morrison menuliskan lagu yang diambil dari sudut pandang outsider atau kaum minoritas itu; People are strange, when you’re a stranger. Tidak ada kebenaran yang absolut.

Bagi saya, larik people are strange, when you’re a stranger / faces look ugly when you’re alone cukup sarkastik. Kalimat tersebut tidak hanya mengangkat tentang kondisi depresi dan kesepian seseorang. Secara luas saya memaknainya juga sebagai ejekan untuk dunia normatif. Sebuah kalimat halus yang sebetulnya bilang, “maneh gé aneh, maneh gé goreng, nyadar teu sia téh?(2. Haha, saya rada hiperbola itu mah.

Lantas siapa yang lebih aneh atau lebih normal? Seperti yang saya bilang, tidak ada kebenaran absolut di dunia. Semua serba relatif. Semua serba memungkinkan. Tetapi setidaknya kita harus memahami sudut pandang orang lain, terlebih orang yang begitu berbeda dari paham-paham kenormalan yang diberlakukan mayoritas manusia. Dengan begitu dapat terbentuk sikap saling memahami. Alih-alih langsung menarik garis maupun jurang pembeda, sehingga memungkinkan terjadinya pergesekan panas atau membuat orang lain merasa asing.

Begitulah lagu People Are Strange dari kacamata saya. It’s a song I can truly relate to, karena saya pun terkadang merasa asing sendiri. Tambahan lain; Jim Morrison adalah seorang eksistensialis; meyakini bahwa manusia harus memiliki kebebasan tanpa dibatasi benar atau tidak benar. Benar atau tidak adalah seperti kecantikan, yaitu bersifat relatif. Kebebasan satu individu hanya akan dibatasi oleh kebebasan individu lainnya.


1 katirsian: bhs. Sunda, Artinya, kedinginan

2 bhs. Sunda. Artinya, kamu juga jelek, kamu juga aneh, sadar tidak?

Iklan