Pulau Merah sore itu digelayuti awan hitam.  Jauh dari pasir putihnya, ke tengah air hangat, sekawanan surfer cilik tanpa peduli apa akan turun hujan atau tidak, asyik melarikan diri dari kuluman ombak.

Mereka berdiri gagah di atas papan selancar, meliak-liuk mengikuti tarian ombak. Meski berkali-kali jatuh dan tergulung ombak, mereka selalu berhasil ke luar dari terkamannya. Tiada kata kapok. Sesegera mungkin mereka kembali menduduki papan selancarnya dan mendayung dengan kedua tangannya, yang meski kecil namun tampak kokoh.

Sesekali mereka menapaki pasir, beristirahat sejenak di tepian, memulihkan tenaga. Sampai akhirnya nafas dan tubuh mereka kembali siap berduet dengan tarian ombak. Mungkin dewasa kelak mereka mendambakan untuk jadi penerus Dede Suryana.

Semoga mereka selalu berada di jalur yang benar dan diberkati keberuntungan. Setidaknya bagus karena sedari kecil mereka sudah punya minat besar akan sesuatu. Bukankah bagus jika kita tahu apa yang kita inginkan? Maka kita tidak akan terbang seperti balon, terlepas tanpa arah.

Iklan